Kamis, 26 September 2019

Struktur Bunga, Fungsi serta Ulasan Lengkapnya

bunga2 Struktur Bunga, Fungsi serta Ulasan Lengkapnya
Struktur Bunga Sempurna ( Bunga Sepeatu )
Struktur Bunga – Pasti semua tahu apa itu Bunga?? setiap hari kita pasti melihat berbagai bunga. Tapi mungkin salah beranggapan tentang bunga, ternyata bunga itu merupakan alat perkembangbiakan pada tumbuhan Angiospermae.
Kenapa bunga disebut alat perkembangbiakan? hal ini dikarenakan didalam bunga terdapat alat untuk bereproduksi, seperti putik, kandung lembaga dan benang sari.
Bunga juga dianggap ujung batang (pucuk) yang termodifikasi, Struktur bunga merupakan modifikasi dari daun, dan bunga hanya muncul pada saat – saat tertentu.
Bunga memiliki struktur atau bagian – bagian, mari selanjutnya kita ulas tentang struktur bunga.

Struktur Bunga


bunga2 Struktur Bunga, Fungsi serta Ulasan Lengkapnya
Struktur Bunga

Bunga merupakan bagian dari tumbuhan, tentunya bunga memiliki struktur dan fungsi nya tersendiri, struktur bunga adalah sebagai berikut :

1. Tangkai Bunga

Tangkai bunga merupakan bagian paling bawah dari struktur bunga. Tangkai ini memiliki fungsi menjadi penopang sekaligus penghubung antara tangkai dengan ranting pohonnya.

2. Dasar Bunga

Dasar bunga ini berada di bagian bawah dan sedikit diatas tangkai bunga. Dasar bunga memiliki fungsi sebagai tempat melekat nya mahkota bunga .

3. Kelopak Bunga

Kelopak bunga (calyx) ini merupakan bagian terluar yang menjadi selimut bagi mahkota saat bunga masih kuncup . Kelopak bunga memiliki fungsi melindungi mahkota saat kuncup sampai nanti akan terbuka saat mahkota bunga mekar. Kelopak bunga biasanya berwarna hijau atau menyerupai daun. Tiap lembaran kelopak bunga disebut daun kelopak (seoal).

4. Mahkota Bunga

Mahkota bunga (corrola)  merupakan bagian terindah dari bunga dengan warnanya yang berwarna-warni, membuat nya disebut sebagai perhiasan bunga. Warna yang indah ini akan menarik serangga – serangga untuk hinggap dan membantu proses penyerbukan.
Mahkota bunga terletak diatas  kelopak bunga, lembaran kelopak bunga disebut daun mahkota. Namun ada juga bunga yang tidak berkelopak (asepalus) atau juga tidak bermahkota (apetalus).  
Selain itu ada juga bunga yang kelopak dan mahkotanya tidak bisa dibedakan, baik dari bentuk maupun warnanya. Bunga ini disebut tenda bunga.

5. Benang sari

Letak dari benang sari berada diantara mahkota bunga (ditengah mahkota bunga). Benang sari memiliki beberapa bagian antara lain, tangkai sari (filamen), kepala sari (anthera), serta serbuk sari (polen). Serbuk sari inilah yang menghasilkan gamet jantan pada tumbuhan.

6. Putik

Terletak di pusat bunga atau inti bunga. Putik memiliki lembaran penyusun yang disebut karpel, jumlah karpel ada yang satu juga ada yang lebih dari satu. Didalam karpel inilah terdapat ovarium yang menyimpan sel telur.
Dibagian atas ovarium terdapat tangkai putik (stilus) sebagai pendukung kepala putik (stigma). Tangkai putik berbentuk saluran sempit yang berfungsi sebagai tempat lewatnya serbuk sari pada saat terjadi proses penyerbukan.
Organ reproduksi yang lengkap ini tidak selalu ada pada setiap bunga. Ada bunga yang hanya memiliki benang sari saja disebut bunga jantan, ada juga bunga yang hanya memiliki putik saja disebut bunga betina. Sedangkan bunga yang memiliki benang sari dan putik disebut bunga hemafrodit.

Fungsi Bunga


bunga2 Struktur Bunga, Fungsi serta Ulasan Lengkapnya
Macam – Macam Bunga

Bunga memiliki fungsi sebagai alat perkembangbiakan generatif pada tumbuhan, namun ada pula fungsi bunga lainnya yaitu sebagai perhiasan bunga. Perkembangbiakan generatif adalah proses perkembangbiakan yang didahului dengan pembuahan.
pada tumbuhan berbunga pembuahan ini disebut penyerbukan dimana penyerbukan ini merupakan peristiwa jatuhnya serbuk sari ke kepala putik. Penyerbukan pada tumbuhan biasa nya dibantu oleh serangga atau angin.
Dari proses penyerbukan akan menghasilkan bakal biji dan bakal buah. Dari biji tersebutlah jika tertanam secara alami atau ditanam oleh manusia akan menghasilkan tumbuhan baru dari jenis tersebut.

Pembagian Bunga

Berdasarkan alat perkembangbiakan yang dimiliki, bunga dapat dibagi menjadi :

Bunga Lengkap


bunga2 Struktur Bunga, Fungsi serta Ulasan Lengkapnya
Bunga Lengkap

Bunga lengkap merupakan bunga yang memiliki alat pembiak dan perhiasan bunga.Pada perhiasan bunga nya terdiri dari : kelopak bunga dan mahkota bunga. sedangkan alat pembiaknya terdiri dari : putik sebagai alat pembiak betina sebagai ovum dan benag sari sebagai alat pembiak jantan yang menghasilkan gamet.

Bunga Tidak Lengkap


bunga2 Struktur Bunga, Fungsi serta Ulasan Lengkapnya
Bunga tidak lengkap

Bunga tidak lengkap ini tidak memiliki salah satu antara alat pembiak atau perhiasan bunga. hal ini dibedakan menjadi dua, yaitu Bunga telanjang sebutan bagi bunga yang tidak memiliki perhiasan bunga dan Bunga mandul bagi bunga yang tidak memiliki alat pembiak.
Demikianlah pembahasan tentang struktur bunga bagian-bagiannya serta fungsinya. semoga pembahasan tersebut bisa menambah pengetahuan kita tentang bunga. Terimakasih ðŸ™‚

Struktur Daun – Fungsi, dan Dilengkapi Gambarnya


Tumbuhan adalah salah satu makhluk hidup yang  ada di bumi ini. Tumbuhan bergerak  lebih pasif jika dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya seperti hewan atau manusia. Gerak tumbuhan dikatakan pasif karena tumbuhan tidak berpindah tempat. Gerak tumbuhan hanya tumbuh dan berkembang dan juga ketika ada orang yang menggerakkan saja. Tumbuhan terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu akar, batang, daun, dan buah. Semua bagian tumbuhan sangat penting dan memiliki peranan masing-masing. Pada kesempatan kali ini  kita akan membahas tentang daun. Daun sangat penting bagi kehidupan ini, karena daun menjadi tempat terjadinya proses fotosintesis. Sebagaimana kita ketahui bahwa proses fotosintesis bisa menghasilkan oksigen yang sangat penting untuk kehidupan di dunia. Apabila tidak ada daun-daun hijau di dunia ini, pasti kehidupan di bumi akan lenyap karena kekurangan oksigen. Nah, berikut ini penjelasan mengenai  struktur daun dan fungsinya. Semoga bisa menambah wawasan kita.

Struktur Daun

Daun merupakan organ tumbuhan yang paling banyak memiliki variasi bila dibandingkan dengan organ-organ tumbuhan yang lain. Secara garis besar, struktur daun dibedakan menjadi dua, yaitu struktur bagian luar dan struktur bagian dalam. Berikut ulasan lengkapnya.

Struktur Daun Bagian Luar

Struktur daun bagian luar memiliki tiga bagian, yaitu helai daun (lamina), tangkai daun (petiolus), dan pelepah daun (folius). Sebuah daun dapat dikatakan sebagai daun sempurna jika daun tersebut memiliki 3 bagian yang telah disebutkan di atas secara lengkap. Berikut penjelasan tentang tiga bagian tersebut.
a.Helai Daun (Lamina)
Helai daun sangat penting karena menjadi tempat terjadinya proses fotosintesis. Helai daun ada yang berbentuk tipis dan ada yang berbentuk tebal.
b.Tangkai Daun (Petiolus)
Tangkai daun berperan sebagai penopang helai daun (lamina). Tangkai daun merupakan struktur daun bagian luar yang menempel pada batang. Namun, tidak semua tumbuhan memiliki tangkai daun, misalnya rumput.
c.Pelepah Daun (Folius)
Pelepah daun memiliki tugas untuk mendudukkan daun pada batang atau pijakan daun terhadap batang tumbuhan.

Struktur Daun Bagian Dalam

Setelah kita mengetahi struktur daun bagian luar, maka selanjutnya kita akan melihat struktur daun bagian dalamnya. Berikut usalannya lengkapnya.
a.Epidermis
Epidermis merupakan lapisan daun yang paling luar atau terletak pada bagian permukaan yang ada di atas daun. Epidermis dibagi menjadi dua, yaitu epidermis atas dan epidermis bawah. Epiermis berfungsi sebagai pelindung jaringan yang ada di bawahnya.
b.Jaringan Mesofil
Jaringan mesofil terletak di bagian tengah antara epidermis atas dan epidermis bawah. Jaringan ini tersusun dari beberapa sel parenkim. Sel-sel parenkim tersebut membentuk menjadi dua macam jaringan, yaitu jaringan parenkim palisade yang disebut juga parenkim pagar karena tersusun rapat berjajar dan jaringan parenkim bunga karang (sponge) yang berbentuk cuping dengan banyak ruang antar sel. Pada jaringan parenkim palisade terdapat banyak kloroplas yang berguna untuk proses pembuatan makanan, sedangkan jaringan bunga karang (sponge) berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan.
c.Berkas Pembuluh Angkut
Berkas Pembuluh angkut ini tersusun menjadi dua macam pembuluh, yaitu Xilem atau pembuluh kayu dan Floem atau pembuluh tapis. Xilem atau pembuluh kayu berfungsi untuk mengangkut air dan zat hara tanah yang diserap oleh akar untuk diangkut menuju ke daun, Selain itu, Xilem juga fungsi sebagai jaringan penguat bagi pertumbuhan tanaman sehingga tanaman dapat berdiri dengan tegak. Sedangkan Floem atau pembuluh tapis berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun menuju ke seluruh bagian tumbuhan.

Fungsi Daun

Fungsi utama daun adalah sebagai tempat terjadinya proses fotosintesis, yaitu tumbuhan melakukan pembentukan zat makanan atau karbohidrat dari bahan anorganik seperti air dan karbondioksida dengan bantuan cahaya matahari. Selain sebagai tempat fotosintesis ternyata tumbuhan juga memiliki fungsi lain yang tak kalah pentingnya, yaitu sebagai organ pernapasan, tempat transpirasi, tempat terjadinya gutasi, alat reproduksi vegetatif, dan sebagai alat respirasi.

Daun memang memiliki peranan yang sangat penting bagi tumbuhan, daun sendiri memiliki struktur yang memiliki fungsi bagi kelangsungan hidup tumbuhan. Tak jarang kesehatan tumbuhan dilihat dari daun yang dimiliki. Semakin banyak daun hijau yang dimiliki oleh tumbuhan tersebut maka semakin sehat tumbuhan, begitu pula dengan tumbuhan yang memiliki daun yang jarang atau malah memiliki daun yang kering maka sering dianggap sebagai tumbuhan yang kurang sehat sehingga membutuhkan penanganan agar tumbuhan tersebut mati karena jika tumbuhan tersebut telah memiliki ciri-ciri daun kering dan jarang serta batang tumbuhan yang juga kering maka besar kemungkinan tumbuhan tersebut akan mati dalam waktu dekat.
Demikian penjelasan yang dapat saya sampaikan tentang struktur daun dan fungsinya, semoga apa yang sampakan dalam artikel ini dapat memberikan manfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.
sumber: 
https://ekosistem.co.id/struktur-daun/#!

Struktur Dan Fungsi Batang Pada Tumbuhan


Batang merupakan bagian tumbuhan yang umumnya berada di permukaan tanah. batang merupakan jalan untuk pendistribusian makanan pada tumbuhan

A.Struktur Batang

1. Struktur Mortofologi Batang 
Pada tumbuhan Angiospermae ada tiga tipe batang, yaitu tipe rumput (kalmus), tipe lunak berair (herbaseus atau terna), dan tipe berkayu (lignosus). pada permukaan batang berkayu terdapat lentisel, Lentisel berfungsi sebagai tempat keluar masuknya gas pada tumbuhan. Batang tumbuhan herba (terna) umumnya lunak, berwarna hijau karena berklorofil, jaringan kayunya sedikit atau tidak ada, ukuran batang kecil dan pendek. Bagian  luar batang berupa lapisan epidermis yang berdinding tipis, tidak terdapat gabus dan terdapat stomata. Contoh tumbuhan herba adalah bayam, kacang, dan jagung.

2. Struktur Anatomi Batang
Pada ujung batang yang sedang tumbuh, tepatnya dibelakang meristem apikal, terbentuk jaringan primer seperti yang terdapat di ujung akar terdiri atas jaringan berikut ini.
  • Protoderma, merupakan bagian luar yang akan membentuk epidermis.
  • Prokambium, terletak di bagian tengah, akan membentuk xilem, floem, dan kambium vaskular.
  • Meristem dasar, yaitu jaringan yang akan membentuk empulur dan korteks.
Hanya tumbuhan dikotil yang memiliki kambium sehingga dapat terjadi pertumbuhan sekunder. Hal tersebut menyebabkan tumbuhan sikotil memiliki struktur sekunder.

3. Struktur Primer Batang
Semua tumbuhan memiliki struktur primer, yaitu struktur jaringan yang terbentuk pada awal pertumbuhan batang pada ujung batang. Berikut ini akan dibahas struktur primer batang monokotil dan dikotil.

a. Struktur Primer Batang Monokotil
Struktur primer batang monokotil tediri dari epidermis pada bagian luar, dan pada bagian dalam terdiri atas sklerenkimia, parenkimia korteks, ikatan pembuluh, dan parenkima empulur. Ikatan pembuluh pada struktur primer batang monokotil tersebar acak hingga empulur, sehingga batas korteks dan empulur tidak tampal.
Struktur primer batang Monokotil


 b. Struktur Primer Batang Dikotil
    Srtruktur batang dikotil dibangun oleh sistem jaringan primer sebagai berikut.
  1. Epidermis, jaringan ini terbentuk dari sel-sel pipih yang berfungsi melindungi jaringan didalamnya; umumnya berdiri satu lapis, dinding sel epidermis tebal dan dilapisi oleh kitin atau kutikula.
  2. Korteks, jaringan ini ada dibawah epidermis yang tersusun dari sel-sel parenkimia, fungsinya untuk menyimpan cadangan makanan. pada beberapa jenis tumbuhan, dinding sel-sel parenkimianya menebal membentuk kolenkimia dan sklerenkimia, yang berfungsi memperkuat batang.
  3. stele atau silinder pusat, daerah ini merupakan bagian terdalam batang. Stele tersusun oleh xilem, floem, kambium vaskular, dan empulur.



Struktur primer batang Dikotil
4. Struktur Sekunder Batang

Hanya tumbuhan fikotil yang memiliki kambium sehingga hanya dikotil yang mengalami pertumbuhan sekunder. jaringan sekunder terbentuk akibat aktivitas kambium. Macam-macam jaringan sekunder pada tumbuhan dikotil akan  di jelaskan sebagai berikut.

a. Floem Sekunder
    Floem sekunder merupakan jaringan floem yang letaknya lebih dalam dari floem primer, yang terbentuk oleh kambium ke arah luar. akibat terbentuknya jaringan floem sekunder, kulit batang dikotil membesar atau mengalami pertumbuhan sekunder.

b. Xilem Sekunder
    Xilem sekunder merupakan jaringan xilem yang dibentuk oleh jaringan kambium kearah dalam. Letak xilem sekunder lebih kearah luar dari pada letak xilem primer. Pertumbuhan jari-jari xilem tidak sama setiap tahun, tergantung pada curah hujan, persediaan air, makan dan pengaruh musim.

c. Gabus dan Kambium Gabus
    Gabus (felem) merupakan jaringan yang dibentuk oleh kambium gabus (felogen) kearah luar. sebaliknya, kearah dalam felogen akan membentuk feloderm atau parenkima gabus. Gabus terdiri dari sel-sel yang dinding selnya mengalami penebalan oleh suberin atau bersifat impermeabel. Pada jaringan gabus dikulit batang, terdapat lentisel. Bentuknya menyerupai "bisul" yang mempunyai lubang sebagai jalan keluar masuknya udara.

B. Fungsi Batang
  1. Alat transportasi zat makanan dari akar ke daun, dan hasil asimilasi dari dan keseluruh bagian tumbuhan.
  2. Alat perkembangbiakan vegetatif
  3. Menyimpan cadangan makanan.
  4. Tempat tumbuhnya daun, cabang dan bunga.
Demikian Artikel tentang  Struktur dan Fungsi Batang Pada Tumbuhan, semoga bermanfaat.
 sumber : http://pagarpengetahuan.blogspot.com/2016/06/fungsi-dan-struktur-batang.html

Struktur dan Fungsi Akar Tumbuhan


Akar tumbuhan merupakan struktur tumbuhan yang terdapat di dalam tanah. Akar sebagai tempat masuknya mineral (zat-zat hara) dari tanah menuju ke seluruh bagian tumbuhan. Akar merupakan kelanjutan sumbu tumbuhan.
Coba amati sistem perakaran tumbuhan monokotil (misalnya rumput-rumputan) dan tumbuhan dikotil (misalnya tanaman cabe). Akar tumbuhan monokotil tersusun dalam sistem akar serabut, sedangkan akar tumbuhan dikotil tersusun dalam sistem akar tunggang.
(a) Akar tumbuhan monokotil (serabut)       (b) Akar tumbuhan dikotil (tunggang)

1.    Struktur Akar

Secara morfologi (struktur luar) akar tersusun atas rambut akar, batang akar, ujung akar, dan tudung akar. Sedangkan secara anatomi (struktur dalam) akar tersusun atas epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat.
1.1    Morfologi (struktur luar) akar.
Ukuran panjang akar tergantung pada jenis tumbuhan. Misalnya tumbuhan apel memiliki akar yang panjang. Selain itu panjang akar dipengaruhi oleh faktor eksternal. Faktor eksternal yang mempengaruhi panjang akar misalnya porositas tanah, tersedianya air dan mineral dalam tanah, serta kelembapan tanah. Misalnya, tumbuhan yang hidup di gurun memiliki akar yang panjang.
Morfologi akar tersusun atas batang akar, ujung akar, tudung akar, dan rambut akar.
Morfologi (struktur luar) akar tersusun atas rambut akar, batang akar, ujung akar, dan tudung akar.
Ujung akar merupakan titik tumbuh akar. Ujung akar terdiri dari jaringan meristem yang sel-selnya berdinding tipis dan aktif membelah diri. Ujung akar dilindungi oleh tudung akar (kaliptra). Tudung akar berfungsi untuk melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada waktu menembus tanah. Untuk memudahkan akar menembus tanah, bagian luar tudung akar mengandung lendir.
Pada akar, terdapat rambut-rambut akar yang merupakan perluasan permukaan dari sel-sel epidermis akar. Adanya rambut-rambut akar akan memperluas daerah penyerapan air dan mineral. Rambut-rambut akar hanya tumbuh dekat ujung akar dan umumnya relatif pendek. Bila akar tumbuh memanjang ke dalam tanah maka pada ujung akar yang lebih muda akan terbentuk rambut-rambut akar yang baru, sedangkan rambut akar yang lebih tua akan hancur dan mati.
1.2    Anatomi (struktur dalam) akar.
Bila akar tumbuhan dikotil maupun monokotil disayat melintang, kemudian diamati di bawah mikroskop akan tampak bagian-bagian dari luar ke dalam, yaitu epidermis, korteks, endodermis, dan stele (silinder pusat).
Epidermis akar (kulit luar). Epidermis akar merupakan lapisan luar akar. Epidermis akar terdiri dari selapis sel yang tersusun rapat. Dinding sel epidermis tipis dan mudah dilalui oleh air. Sel-sel epidermis akan bermodifikasi membentuk rambut-rambut akar.
Korteks akar (kulit pertama). Korteks akar terdiri dari beberapa lapis sel yang berdinding tipis. Di dalam korteks akar terdapat ruang-ruang antarsel. Ruang antarsel berperan dalam pertukaran gas. Korteks berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
Endodermis akar. Endodermis akar terdiri dari selapis sel yang tebal. Bentuk dan sususan sel-sel endodermis berbeda dengan bentuk dan susunan sel-sel di sekitarnya. Oleh karena itu, batas korteks dengan endodermis terlihat jelas jika diamati di bawah mikroskop. Endodermis berperan sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat.
Stele akar (silinder pusat). Stele pada akar tersusun atas perisikel (perikambium), xilem (pembuluh kayu), dan floem (pembuluh tapis). Perisikel merupakan lapisan terluar dari silinder pusat yang terdiri dari satu atau beberapa lapisan sel. Perisikel berfungsi dalam pertumbuhan sekunder dan pertumbuhan akar ke samping. Sedangkan xilem dan floem yang merupakan berkas pembuluh angkat terletak di sebelah dalam perisikel. Pada akar tumbuhan monokotil terdapat empulur, sedangkan pada akar tumbuhan dikotil tidak terdapat empulur.

2.    Fungsi Akar


Meskipun tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil memiliki sistem perakaran yang berbeda, tetapi fungsi akar pada tumbuhan tersebut sama. Akar merupakan organ pada tumbuhan yang berfungsi sebagai berikut :
  • Untuk menyerap air dan garam-garam mineral (zat-zat hara) dari dalam tanah.
  • Untuk menunjang dan memperkokoh berdirinya tumbuhan di tempat hidupnya.
  • Pada beberapa jenis tumbuhan, akar berfungsi sebagai alat bernapas, misalnya pada tumbuhan bakau.
  • Pada beberapa jenis tumbuhan, akar berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan atau sebagai alat perkembangbiakan vegetatif. Misalnya, wortel memiliki akar tunggang yang membesar, berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan. Pada tanaman sukun, dari bagian akar dapat tumbuh tunas yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru.
3.    Proses Penyerapan Air dan Mineral serta Pengangkutannya
Air dan mineral dari tanah masuk ke tumbuhan melalui ujung akar dan rambut-rambut akar. Adanya rambut-rambut akar menyebabkan daerah penyerapan air dan mineral menjadi luas.
Air dan mineral yang diserap oleh rambut-rambut akar akan menuju ke pumbuluh kayu (xilem). Pengangkutan air dan mineral yang larut tersebut mengalir dari sel ke sel dengan arah horizontal, yaitu dari sel epidermis menuju ke korteks dan endodermis sampai akhirnya ke pembuluh kayu.
Proses penyerapan air dan mineral serta pengangkutannya.
Air dan mineral dapat mengalir karena adanya perbedaan kepekatan (konsentrasi) cairan di antara sel-sel yang dilaluinya. Aliran air dan mineral dari rambut akar, epidermis, korteks, endodermis, hingga pembuluh kayu terjadi di luar berkas pembuluh, sehingga disebut pengangkutan ekstravaskuler. Air dan mineral setelah sampai di pembuluh kayu akar, selanjutnya akan diangkut ke daun sebagai bahan untuk fotosintesis. Pengangkutan air dan mineral ke daun melalui pembuluh kayu pada batang, cabang, dan daun. Karena pengangkutan air dan mineral ini melalui berkas pembuluh angkut, yaitu pembuluh kayu (xilem), maka disebut pengangkutan vaskuler.
Cara penyerapan air dan mineral dari dalam tanah oleh rambut-rambut akar berlangsung secara osmosis. Osmosis adalah pergerakan (perpindahan) zat dari larutan yang kurang pekat (berkonsentrasi rendah) ke larutan yang lebih pekat (berkonsentrasi tinggi) melalui selaput semipermeabel. Selaput semipermeabel adalah selaput pemisah yang hanya dapat dilalui oleh air dan zat-zat tertentu yang larut di dalamnya. Umumnya sel-sel pada tumbuhan bersifat semipermeabel termasuk sel-sel rambut akar. Selain itu, cairan sel pada rambut-rambut akar lebih pekat daripada air tanah, sehingga air tanah dan mineral yang terlarut akan masuk ke dalam sel-sel rambut-rambut akar secara osmosis.
Setelah rambut-rambut akar menyerap air tanah, cairan selnya menjadi kurang pekat bila dibandingkan dengan cairan di dalam sel-sel korteks. Dengan demikian, secara osmosis air dan mineral dari sel-sel rambut mengalir ke sel-sel korteks. Dengan cara yang sama, air dan mineral akan mengalir ke endodermis dan akhirnya sampai ke pembuluh kayu akar.
Selain secara osmosis, proses penyerapan air dan mineral juga melalui proses transpor aktif. Transpor aktif adalah sistem transpor ion-ion dan molekul-molekul melalui membran (selaput) sel dengan menggunakan energi. Mineral dari tanah secara transpor aktif masuk ke dalam sel tumbuhan melawan gradien konsentrasi, yaitu dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi.
Air yang masuk ke dalam sel tumbuhan menyebabkan tekanan pada dinding sel. Keadaan tegang yang ditimbulkan antara dinding sel dengan isi sel setelah menyerap air disebut turgor. Sedangkan tekanan yang ditimbulkan disebut tekanan turgor.
4.    Akar sebagai Alat Pernapasan pada Tumbuhan
Tumbuhan yang hidup di hutan bakau umumnya memiliki akar khusus untuk bernapas, yaitu akar napas. Akar napas tumbuh tegak pada pangkal batang tumbuhan bakau.
Akar napas memiliki banyak celah sebagai tempat masuknya udara. Pada umumnya tanah di hutan bakau berlumpur dengan kandungan oksigen yang rendah. Oleh karena itu, akar napas yang dimiliki oleh tumbuhan yang hidup di hutan bakau berguna untuk beradaptasi terhadap kandungan oksigen yang rendah. Tumbuhan di hutan bakau yang memiliki akar napas misalnya Avicennia (api-api), Sonneratia (pidada), dan Bruguiera (tanjang).
Beberapa jenis tumbuhan bakau juga memiliki akar gantung. Akar gantung tumbuh dari bagian batang di atas tanah dan tumbuh ke arah tanah. Pada saat masih menggantung, akar gantung berfungsi untuk bernapas (menyerap udara). Setelah mencapai tanah, bagian akar yang masuk ke dalam tanah berfungsi seperti akar biasa, yaitu menyerap air dan mineral.
Seperti organ-organ tumbuhan yang lain, yaitu daun dan batang, akar yang ada di dalam tanah ternyata juga melakukan pernasapan. Pernapasan pada akar terutama terjadi pada akar yang masih muda. Untuk pernapasan dibutuhkan oksigen dan akan dihasilkan energi. Selanjutnya energi ini digunakan akar untuk menyerap air dan mineral.


Hipotensi dan Hipertensi

Hipotensi Darah rendah atau hipotensi  a dalah kondisi ketika tekanan darah berada di bawah 90/60 mmHg. Hipotensi umumnya tidak be...